Warna yang Anda lihat di layar ponsel, monitor komputer,
atau televisi saat ini sebenarnya adalah sebuah "trik" cahaya yang
luar biasa. Fenomena ini didasari oleh model warna RGB, sebuah sistem yang
menggabungkan biologi manusia dengan teknologi digital.
Berikut adalah ulasan mendalam tentang apa yang terjadi di
balik warna-warna cerah di layar Anda.
1. Apa Itu RGB?
RGB adalah singkatan dari Red (Merah), Green (Hijau), dan
Blue (Biru). Ini adalah model warna aditif, yang berarti warna dihasilkan
dengan menambahkan cahaya ke permukaan yang gelap (layar hitam).
Berbeda dengan cat (model subtraktif), di mana pencampuran
semua warna menghasilkan warna hitam/cokelat gelap, dalam sistem RGB:
- Merah + Hijau + Biru = Putih
- Ketiadaan cahaya = Hitam
2. Rahasia di Balik Layar: Sub-Piksel
Jika Anda mengambil mikroskop dan melihat layar perangkat
Anda, Anda tidak akan melihat jutaan warna. Anda hanya akan melihat ribuan
kotak kecil yang masing-masing berisi tiga baris warna: merah, hijau, dan biru.
Kotak ini disebut piksel, dan komponen warnanya disebut sub-piksel.
Bagaimana warna lain tercipta?
Otak kita melakukan tugas berat di sini. Karena sub-piksel
ini sangat kecil dan berdekatan, mata manusia tidak bisa membedakannya secara
individu. Sebaliknya, otak mencampurkan intensitas cahaya dari ketiga warna
tersebut untuk menciptakan ilusi warna baru.
Sebagai contoh:
- Untuk menciptakan warna Kuning, layar akan menyalakan sub-piksel Merah dan Hijau dengan kecerahan penuh, sementara Biru dimatikan.
- Untuk warna Ungu (Magenta), Merah dan Biru dinyalakan.
3. Hubungan dengan Biologi Manusia
Mengapa harus Merah, Hijau, dan Biru? Mengapa bukan Kuning,
Ungu, dan Oranye?
Jawabannya ada di dalam mata kita. Retina manusia memiliki
sel reseptor cahaya yang disebut sel kerucut (cone cells). Secara umum, manusia
memiliki tiga jenis sel kerucut yang masing-masing paling sensitif terhadap
panjang gelombang cahaya tertentu:
- L-cones: Sensitif terhadap gelombang panjang (Merah).
- M-cones: Sensitif terhadap gelombang menengah (Hijau).
- S-cones: Sensitif terhadap gelombang pendek (Biru).
Teknologi RGB dirancang untuk meniru cara kerja mata kita
secara langsung. Dengan memanipulasi tiga warna ini, teknologi layar dapat
"menipu" saraf optik kita untuk melihat hampir seluruh spektrum warna
yang bisa ditangkap manusia.
4. Representasi Digital: Angka di Balik Warna
Dalam dunia digital, setiap warna RGB biasanya dinyatakan
dalam angka dari 0 hingga 255. Skala ini berasal dari sistem 8-bit (28
= 256 variasi).
- Hitam: RGB (0, 0, 0) — Semua lampu mati.
- Putih: RGB (255, 255, 255) — Semua lampu menyala maksimal.
- Merah Murni: RGB (255, 0, 0).
Dengan kombinasi ini, sebuah layar standar dapat
menghasilkan sekitar 16,7 juta warna (256 x 256 x 256).
sumber :
Poynton, C. (2012). Digital Video and HD: Algorithms and Interfaces.
Hunt, R. W. G. (2004). The Reproduction of Colour.
Adobe Color Management: Understanding Color Space and RGB.
Olympus Life Science: Primary Colors and Human Vision.